Blog ini...

sering gonta-ganti templete dan berisi cerita penting nggak penting saat terkena atau tidak terkena badai hormonal

Selasa, 19 Januari 2010

Menunduk Sejenak


Sesekali melihat ke atas itu bagus, untuk memacu kita berusaha lebih giat. Orang lain bisa mencapai sebuah prestasi, mengapa kita tidak bisa ? Dengan begitu, kitapun akan semakin terpacu untuk memperoleh pencapaian yang setara. Namun jika terus-terusan melihat ke atas, kita akan lupa mensyukuri apa yang telah didapatkan. Lagipula, melihat ke atas terus bisa menyebabkan sakit leher loh…
Sahabat saya pernah berkata, “Kok saya tetap begini-begini aja ya. Nggak berkembang. Si ini sudah pulang dari sekolahnya di luar negeri, si itu sudah menikah dan punya anak, anaknya malah sudah bisa main-main, si ini sudah mau lulus juga. Kok saya jalan di tempat ya.”
Di satu sisi kalimat itu memang bagus untuk memicu semangat meraih pencapaian dalam hidup. Tetapi, saya tidak terlalu sepakat sepenuhnya dengan kalimatnya itu. Lah wong dia juga sudah mencapai banyak hal kok. Aktif di sana-sini, tergabung dalam organisasi di luar kantornya, bikin even ini itu yang bermanfaat untuk orang lain. Apa itu bukan pencapaian juga ? Kapan itu dia juga berhasil menduduki urutan kedua di kelas English Program. See, ada banyak hal dalam hidupnya yang bikin iri juga. Iri yang nggak pakai dengki loh. Hehehe…
Waktu ke kampus untuk mengurus sesuatu, kami bertemu dengan pedagang soto mie langganan jaman kuliah dulu. Aak penjual soto mie itu masih mengenali kami berdua lalu terjadilah obrolan singkat di sela-sela kesibukannya melayani pembeli lain. Tentang kabar anak istrinya dan tentang kariernya itu. Lalu di ujung obrolan itu dia berkata, “Yah, emangnya saya mau kemana lagi Teh. Saya mah masih di sini-sini aja.”
Langsung saya menyenggol sahabat saya itu. Kami saling memandang penuh isyarat lalu mengangguk-angguk bersamaan. Banyak orang yang bahkan tak kemana-mana dalam arti yang sesungguhnya. Kariernya hanya itu-itu saja. Kehidupannya pun begitu-begitu saja. Tapi tak pernah terlihat Aak penjual soto mie itu mengeluh, setidaknya di depan kami. Di setiap obrolan dia bahkan sering mengucap hamdalah mensyukuri setiap karunia yang diterimanya. Lantas, apalagi yang kami risaukan hingga lupa untuk bersyukur  atas segala karunia-Nya ?






Dedicated to my best friend for her succeed to get scholarship. Keep that spirit and always being thankful for every single path we through.


Digg Google Bookmarks reddit Mixx StumbleUpon Technorati Yahoo! Buzz DesignFloat Delicious BlinkList Furl

24 komentar: on "Menunduk Sejenak"

DESFIRAWITA mengatakan...

meski rasanya nyidir aku yang masih jalan ditempat
hehe...
tapi tulisannya mengingatkan aku untuk bersyukur dengan apa yang telah aku raih sekarang

makasih ya :D

Dhe mengatakan...

Maknanya adalah beryukur. Hal sekecil apapun jika disyukuri akan terasa sangat besar dan bermanfaat. hidup akan sangat terasa berarti dengan syukur ^^

Sari mengatakan...

Kuncinya memang bersyukur, kalo ga gitu, udah di puncak aja masih tetep berasa kurang mulu :D
Walopun aku ga muna untuk mengakui, kadang aku sering juga merasa jalan ditempat. Untungnya, selalu ada orang2 yang ngingetin aku untuk ga lupa atas semua yang sudah ada ditanganku, termasuk kamu, twenks yak :)

kakve_santi mengatakan...

bagaimana kalo santai sejenak.. hehhe

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

bersyukur itu memang gak mudah ya. saya juga sering berkata : kok, aku gini2 aja.

padahal mestinya kita berkaca pada org lain yg hidupnya tak seberuntung kita ya

Elsa mengatakan...

yup. jangan lihat ke atas terus. sesekali menunduk itu wajib hukumnya

Itik Bali mengatakan...

Kalo kita bisa bersyukur pasti kita akan selalu melihat kelebihan kita

Latifah Hizboel mengatakan...

Dengan kita selalu melihat kebawah , insyaallah kita akan selalu bersyukur.

SOFIA mengatakan...

sukses yh bt tmen'a da bhasil dpt beasswa.
lm knl jg :)

Rava mengatakan...

Yup bener..harus banyak melihat kebawah agar kita bisa bersyukur atas apa yang yang kita miliki.

Apatheia_s mengatakan...

huikkk.. ditulis juga soal si AA' Soto mie..
iya kadang aq lupa untuk introspeksi dan mensyukuri apa yang udah aku dapat.. Sibuk membanding2kan dengan orang-orang lain, mpe lupa diri
Thx ya sist for your support, dah ngingetin untuk selalu bersyukur.... hiks..hikss.. jadi terharu...
Always be there for me...

Henny Y.Wijaya mengatakan...

benar banget..melirik sedikit ke atas supaya bisa termotivasi, tapi nggak pernah lupa untuk melongok ke bawah juga, setelah itu bersyukur dengan apa yang sudah kita dapatkan dan berusaha untuk lebih baik lagi

kyaineblog mengatakan...

ukuran kecukupan setiap org berbeda, apalagi klo tolok ukurnya materi.
menikmati rasa syukur nggak bisa dilakukan oleh setiap org, dan hanya org2 yg pandai bersyukur saja yg benar2 menikmati hidup.

Seti@wan Dirgant@Ra mengatakan...

bersyukur sederhana kedengarannya,...
namun terkadang aplikasi dalam keseharian kita sangat sulit.

Bersyukur dengan apa yang ada tanpa berusaha meraih apa yang tidak bisa kita gapai adalah sejatinya sebuah kebahagiaan.

anak nelayan mengatakan...

bener tuh liat ke atas capek..dongak
menunduk dikit dan berjalan santai hehehe

Muhammad Dadan Suryana mengatakan...

Kita memang mesti bisa seimbang (melihat ke atas-ke bawah). Dan tentu saja mensyukuri pencapaian kita.

Pohonku Sepi Sendiri mengatakan...

iri hati, terutama ada dengkinya.. itu yg benar2 harus kita hindari..
penyakit hati yg bisa mengobrak-abrik apa saja, termasuk semua hal yg sdh kita raih selama ini.. dalam stadium akut bahkan bakal menyengsarakan pihak yang diirikan dan semua orang dekat yg ada di sekeliling kita..
dengan ikhlas & bersyukur, semoga kita semua kan terhindar dari bencana itu..
makasih utk pencerahannya, lina.. :)

Lina Gustina mengatakan...

Tulisan yang inspiratif.
Ikhlas, bersyukur, tetap berusaha, postive thinking, do'a : harus kita terapkan dalam keseharian hidup...

Lina mengatakan...

DESFIRAWITA ;
bersyukur sambil maju jalan...

Dhe :
hidup penuh makna dengan syukur. sepakat sekali Dhe.

Sari :
bener Sar. semoga nggak hanya pas di puncak aja kita bersyukur, tapi di setiap tahapan hidup ini.

kakve_santi :
hayuuuuuk

Sang Cerpenis bercerita :
iya mbak, berkaca pada orang lain itu memang perlu ya.

Elsa :
bener mbak, kalo keseringan liat ke atas jadi capek. hehehe

Itik Bali :
hem, bener, bener, jadi tahu ya.

Latifah Hizboel :
iya teh

SOFIA :
makasih ya Sofia

Rava ;
dan ternyata kita memiliki banyak hal ya

Apatheia_s :
hehe, keep the spirit. you are great. as always.

Henny Y.Wijaya :
mengimbangkan antara atas dan bawah, agar bisa seimbang.

kyaineblog :
benar kyai, hanya orang yang pandai bersyukur yang bisa menikmati hidup. sepakat sekali.

Seti@wan Dirgant@Ra :
wah, dapat tambahan ilmu lagi nih saya. bener-bener itu.

anak nelayan :
sapa tau terus nemu duit yak. hehe...

Muhammad Dadan Suryana ;
sepakat sekali, keseimbangan.

Pohonku Sepi Sendiri :
wah Pohon, bener yang tentang iri dengki itu. Semoga kita terhindar dari segala bentuk penyakit hati ya.

Lina Gustina :
semoga kita bisa selalu begitu ya mbak, ikhlas, bersyukur, tetap berusaha dan berdoa serta selalu berpikiran positif

anyin mengatakan...

berambisi dan mensyukuri agar balance hehe

eh mbak gambarnya mirip manohara haha

Lina mengatakan...

anyin :
bener nyin, balance biar bahagia kita.

hoho, itu gambar hasil nyulik dari devianart loh. hehehe....iya ya, mirip jeng manohara

simplychi mengatakan...

hahahahahaha... betul betul betul
*upin ipin mode: on*

sesekali perlu melihat ke bawah agar tidak merasa jalan di tempat. cuma merasa jalan di tempat itu kan bukan masalah pencapaian, tapi pada rasa. bisa jadi waktu itu lagi stuck di satu hal sehingga kebosanan melanda dan merasa jalan di tempat.

obat tradisional keputihan mengatakan...

di tunggu kunungan baliknya gan

Posting Komentar

Ingin berbagi opini, atau saran, atau kritik, atau nasehat....silakan sampaikan di sini. Terima kasih atas apresiasinya. Salam hangat selalu dari Lina. Oya, untuk lebih memudahkan berkomentar, gunakan Opera ya.