Blog ini...

sering gonta-ganti templete dan berisi cerita penting nggak penting saat terkena atau tidak terkena badai hormonal

Sabtu, 05 Desember 2009

Buitenzorg




Ingin melarikan diri, menepi sejenak dari keriuhan di sini. Mungkin saya sedang jenuh, melulu menjalani itu. Bukannya saya tak bersyukur, saya hanya sedang ingin minggir sejenak dari keseharian yang biasanya. Janji, ini hanya sehari. Besok saya akan segera kembali.

Saya tidak minggat. Saya hanya ingin pulang ke sana, Buitenzorg. My second town. Kota tempat saya bertumbuh dan bertahan untuk menjalani hari penuh kejutan yang telah digariskan-Nya. Tempat saya dulu pernah patah hati lalu jatuh cinta lagi. Tempat saya dan sahabat saling belajar memaknai hidup. Teramat banyak kisah yang tumpah di sana, di aspalnya yang lobang-lobang, di gang-gang sempit dan lembab, di kampus yang rindang sekaligus panas, di warung-warung makan yang murah dan lezat, di sepanjang kemacetan terjadi, di sepanjang perjalanan yang ditempuh pengamen dan pedagang asongan. …..

Banyak yang saya rindukan di sana. Meski tak semuanya bisa saya temui lagi. Para sahabat yang telah hijrah yang wajahnya masih direkam udara Buitenzorg dan dipamerkan kembali pada saya. Saya tersenyum, karena wajah yang terlihat adalah wajah-wajah muda yang naïf dan sembrono. Wajah-wajah yang menggenggam erat idealisme dan semangat menggebu merebut impian yang masih digantung langit. Wajah yang dahulu pernah menyimpan rasa cinta khas remaja.

Buitenzorg yang semrawut, dengan angkot hijau yang wara-wiri sesuka hati. Entah mengapa saya tetap merindukannya. Meski kata orang, kota ini tak teratur dan bikin kesal. Sudahlah, kerinduan saya ini tak ada hubungannya dengan kata orang.
Tentu saja, saya juga merindukan mereka. Adik-adik yang tak sedarah, tetapi selalu melimpahi saya dengan cinta tulus tanpa kategori. Ke sana saya akan menuju. Mengunjungi keceriaan masa muda yang kadang diselingi kepenasaranan akan seperti apa hidup mereka kelak. Maka itu, mereka terus berusaha sekuat tenaga agar hidup yang diimpikanlah yang akan dijalani kelak. Dan saya selalu menjadi pemandu sorak yang siap berteriak lantang, ayo semangat….jangan takut…hadapi hidup dengan berani.

Berada di antara mereka, selalu membuat saya merasa remaja kembali, mengenang saat jatuh cinta lalu frustasi, dan lantas segera bangkit kembali sebab hidup tak selalu tentang patah hati. Ada hal-hal jenaka yang bisa ditertawai sampai pagi. Berada di antara mereka seperti melihat kembali jejak-jejak yang pernah saya tinggalkan di masa dulu, saat saya belum sampai pada apa yang saya tuju. Maka sekarang sudah seharusnya saya bersyukur, sebab Tuhan telah berbaik hati mewujudkan mimpi-mimpi dahulu. Jika begitu, apalagi yang pantas saya keluhkan ?

Ah…sudah saya bilang, saya tidak minggat. Saya cuma menepi sejenak. Besok pagi saya akan pulang lagi, sebab sekarangpun saya sudah merindukanmu…..

Digg Google Bookmarks reddit Mixx StumbleUpon Technorati Yahoo! Buzz DesignFloat Delicious BlinkList Furl

17 komentar: on "Buitenzorg"

Itik Bali mengatakan...

He he, jangan minggat ah, kasihan bapak ibu
Buitenzorg, kaya bhs jerman

Sari mengatakan...

Buitenzorg itu dimana mbak? Kalo kesana, ajak aku yak :P

-Gek- mengatakan...

Buitenzorg

Apaan tuh Mbak, di mana yak?
Pertanyaan sama dengan Mbak Sari. hihihihi.

suwung mengatakan...

ada angkotnya ya?

anindyarahadi mengatakan...

aduh.. bingung.. ini nama kota beneran atau.. julukan atau apa ya mbak?? tolooonggg!! huhu ngga pahams.

lina mengatakan...

@All :
haduh, maaf lupa gak dikasi keterangan. Buitenzorg itu sebutan untuk kota Bogor pas jaman kompeni dulu. Di beberapa gedung tua di Bogor, nama ini masih dipajang. Udah nggak bingung kan....

Itik Bali :
Minggatnya pake pamit kok tik...hehhehe

Sari :
Hayuk atuh...mari ke sini

-Gek- :
pertanyaannya dah terjawab kan...

suwung :
banyakkkkkkkk banget

anindyarahadi :
jangan bingung ah say....

Elsa mengatakan...

buitenzorg, keren juga namanya. hehehehe

Dinoe mengatakan...

Rindu suasana Di kota bogor ya....semoga cepat terobati ya..

Ivan Kavalera mengatakan...

kalau rindu udah menebal, ke ujung dunia pun pasti akan kembali he he he
met weekend ya.

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

itu kota Bogor kan? aku tebak2 tuh. soalnya ada angkot hijau. itu bahasa Belanda kan? hehehe..pernah belajar sih wkt kuliah.

ninneta mengatakan...

aaaaahhh.... aku suka makaroni dan pizza panngang buitenzorg.... huhuhuhu

mamah aline mengatakan...

selalu ingin kembali ke tempat kita dimana menemukan ilmu dan cinta, mungkin kita semua ingin kembali dan melihat potret kehidupan kita yang dulu disana

Rumah Ide dan Cerita mengatakan...

Kalo kita kembali ke daerah dimana kita pernah melewati masa yang berharga emang memberi romantisme tersendiri.
Kota Bogor emang asik. Di tengah kesemrawutannya masih memberikan kesejukan. (paling gak di bamding Tangerang atau Jakarta).

elia|bintang mengatakan...

memang kita sering bilang hidup ini bebas, semuanya pilihan kita. tapi seringkali kita cuma mengulang tema, hari demi hari. bangun di jam yang sama, aktivitas yang sama. itu yg bikin jenuh..

waktunya untuk liburan.. :D

wongiseng mengatakan...

Biarpun kotanya semrawut, tapi tempat terciptanya kenangan masa remaja emang ndak ada yang bisa menggantikan :)

lina mengatakan...

Elsa :
Iya mbak elsa, nama pemberian kompeni.

Dinoe :
rindu banget, bang...

Ivan Kavalera :
bener bang, demi rindu..halah.

Sang Cerpenis bercerita :
bener mbak fann, kayaknya emang angkot hijau jadi khas bogor yak

ninneta :
hummm,,,so yummy kan...

mamah aline :
betul mamah, napak tilas sebentar...

Rumah Ide dan Cerita :
romantisme tersendiri...di tengah kesemrawutannya. benar.

elia|bintang :
happy holiday, forgetin routinity

wongiseng :
benar...ndoro...

Posting Komentar

Ingin berbagi opini, atau saran, atau kritik, atau nasehat....silakan sampaikan di sini. Terima kasih atas apresiasinya. Salam hangat selalu dari Lina. Oya, untuk lebih memudahkan berkomentar, gunakan Opera ya.