Blog ini...

sering gonta-ganti templete dan berisi cerita penting nggak penting saat terkena atau tidak terkena badai hormonal

Selasa, 01 September 2009

Kembali, daging impor (Kompas, 1 Sept 2009)

Impor Daging Brazil Resahkan Peternak Lokal

KOMPAS

Selasa, 1 September 2009 | 15:35 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Peternak sapi dalam negeri mulai resah dengan dikeluarkannya aturan impor sapi dari Brazil yang sudah mendapatkan izin dari Departemen Pertanian (Deptan).

Sebab, negara sumber impor daging itu belum terindikasi bebas dari penyakit penyakit mulut dan kuku (PMK). "Ini akan membahayakan harga daging dari peternak," kata Ketua Umum Perhimpunan Peternak Sapi Kerbau Indonesia (PPSKI) Teguh Boediyana saat dihubungi KONTAN (1/9).

Teguh khawatir, masuknya daging impor itu akan menularkan virus penyakit ke ternaknya. "Kondisi saat ini maupun konidisi peternak belum siap menghadapi virus tersebut," keluh Teguh.

Sayang, keluhan Teguh itu bak angin lalu di telinga pemerintah. Pasalnya, Keputusan Menteri Pertanian Nomor 3.026 Tahun 2009 untuk membuka keran impor daging dari Brazil itu tetap keluar.

Padahal, kata Teguh, kebijakan itu justru akan menggagalkan rencana pemerintah sendiri yang menginginkan terwujudnya swasembada sapi nasional pada tahun 2014.

Rencananya, impor daging sapi dari Brasil itu berupa daging tanpa tulang yang sudah pemisahan material spesifik. Daging tersebut hanya diizinkan di impor dari pelabuhan Tanjung Priok. (Asnil Bambani Amri/Kontan).

Digg Google Bookmarks reddit Mixx StumbleUpon Technorati Yahoo! Buzz DesignFloat Delicious BlinkList Furl

1 komentar: on "Kembali, daging impor (Kompas, 1 Sept 2009)"

Wanodyayu mengatakan...

Nah kan, daging impor membahayakan. Masih saja kebijakannya tidak berpihak pada peternak lokal.Jika dukungan pada peternak lokal dikerahkan, maka sektor ekonomi riil negeri ini bisa bangkit. Dan, tentu saja...bisa memberi makan banyak mulut...

Posting Komentar

Ingin berbagi opini, atau saran, atau kritik, atau nasehat....silakan sampaikan di sini. Terima kasih atas apresiasinya. Salam hangat selalu dari Lina. Oya, untuk lebih memudahkan berkomentar, gunakan Opera ya.