Blog ini...

sering gonta-ganti templete dan berisi cerita penting nggak penting saat terkena atau tidak terkena badai hormonal

Jumat, 04 September 2009

Hema Dutch Resto


HEMA Dutch Resto

Kemarin sempet bingung dengan pilihan tempat untuk berbuka bersama teman-teman lama. Tempat yang strategis, dan terbebas macet. Haduh, sepertinya agak imposible mencari tempat yang bebas macet pada jam-jam pulang kantor, apalagi menjelang berbuka bersama. Masalah menu, masalah atmosfer tempatnya bukan salah satu pertimbangan. Semua sepakat, dimana saja terserah, asal gampang dicari.

Setelah melalui pemikiran panjang (Haduh…kayak mau ambil keputusan besar aja), akhirnya kami sepakat untuk mencari tempat di Tebet Indraraya Square (TIS) di JL. MT Haryono. Di sana ada beberapa pilihan tempat makan. Tetapi seorang teman merekomendasikan di HEMA. Ketika saya dan seorang teman sampai, resto itu masih tutup. Pada bulan Ramadhan jam buka resto adalah pk. 17.00. Ya sudah, kami menunggu beberapa saat. Pada hari-hari biasa, resto ini buka pada pk. 11.00 sd 22.00.
Setelah buka, kami agak khawatir dengan pertanyaan mbaknya, dah reserve apa belum. Wah, sejenak sempat panik juga, karena belum reserve takutnya tidak mendapat tempat. Thank…God, ternyata masih ada beberapa meja yang tersisa. Lain kali, sebaiknya reserve dulu ya.

Kami masih bertiga waktu itu, dan tentu saja masih sepi karena baru buka. Setelah melihat sekitar, langsung…yeah…yeah….semua sepakat, tempat ini harus jadi studio foto kita hari ini. Setelah basa-basi bertanya ke mbaknya, boleh tidak foto-foto….akhirnya kami langsung hunting spot-spot keren untuk bergaya.

HEMA Dutch Resto tampil dengan gaya belanda. So Dutch. Mulai dari pajangannya, lukisan, ornament dinding dan jendela dan tentu saja menunya. Saya terkesan dengan penataannya yang membuat kami merasa di rumah sendiri. So hommy. Suasana cerah terbangun oleh adanya serumpun bunga tulip buatan yang ditanam di pigura lukisan dan di pembatas ruangan. Sementara itu, suasana hangat dah indah terkesan dari adanya beberapa pasang sepatu keramik yang menempel di beberapa spot dinding, guci-guci keramik bergaya kuno, kincir angin keramik serta penghangat ruang tiruan. Semua barang tepat menempati ruangnya masing-masing tanpa menimbulkan kesan berlebih. Seolah-olah masing-masing tahu dimana sebaiknya berada.

Oke, beralih ke menu. Menu spesialnya, tentu saja berbau belanda. Huzaren Sla, Zuppa Soup, Broinebonen Soep, Dutch Cola, Dutch Float, Poffertjes , Kroket , Bitterhallen, dan Klepper Taart dan masih banyak lainnya. Saya terkesan dengan mayonaisenya. Rasanya khas. Apakah karena benar-benar homemade seperti yang tertera pada menu ? Mungkin. Broinebonen Soep yang saya pesan merupakan sup daging dan kacang merah yang disajikan hangat. Rasanya ? Enak dan mengenyangkan. Teman saya memesan pasta, sayangnya saya tidak menemukan suatu yang khas di sana. Lain halnya dengan steamed fish yang dipesan oleh teman saya yang lain. Menurut saya, enak. Ikan dan jamur. Tuna steaknya juga enak. Maaf, saya tidak bisa menggambarkan dengan detil bagaiman enaknya, karena pengetahuan bumbu saya kurang, dan saya kurang sensitive terhadap rasa tertentu. Ternyata saya memang manusia general, yang tidak bisa detil. Bahkan dalam rasa sekalipun. Di lidah saya yang terasa hanya enak, unik, khas, enak…tidak enak…that’s all.

Kesimpulannya, kami menikmati tempat ini. Tidak bising meskipun pengunjung saat itu ramai. Masing-masing seolah punya area sendiri untuk ngobrol dengan teman-temannya. Kami menghabiskan waktu selama tiga jam di sana. Oh ya, bagi yang muslim, di sana juga ada mushola. Jadi, memang tepat jika tempat ini dijadikan pilihan untuk berbuka bersama teman-teman.

Digg Google Bookmarks reddit Mixx StumbleUpon Technorati Yahoo! Buzz DesignFloat Delicious BlinkList Furl

3 komentar: on "Hema Dutch Resto"

Tisti Rabbani mengatakan...

Hai...
maaf baru mengunjungimu...

wah, ceritanya seru. saya sendiri jd membayangkan makanannya yg enak2 itu :P *batal gak yaa, puasanyaa...*

oke, WIn...
salam kenal..
aku follow yaaa :)

Wanodyayu mengatakan...

iya mbak, makasi banyak yah

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

klapper tart? mau dong. btw, saya beberapa kali makan di TIS lho. kok, gak ketemu ya? hehhehe..udah lama sih makan di sono. enak2 lho makanan di TIS.

Posting Komentar

Ingin berbagi opini, atau saran, atau kritik, atau nasehat....silakan sampaikan di sini. Terima kasih atas apresiasinya. Salam hangat selalu dari Lina. Oya, untuk lebih memudahkan berkomentar, gunakan Opera ya.