Blog ini...

sering gonta-ganti templete dan berisi cerita penting nggak penting saat terkena atau tidak terkena badai hormonal

Kamis, 08 Oktober 2009

Kantin Persahabatan


Mendadak kemarin temen saya ngajak ketemuan di Bogor. Tepatnya di kantin kampus tercinta. Kantinnya jauh dari kesan mewah dengan makanan murah-murah dan disekitarnya masih banyak pohon yang tumbuh acak. Kantin ini tempat nongkrong paling enak. Kami punya kenangan banyak di sini. Ngabur pas jam kuliah, curhat masalah laporan, ngelaba senior, dan tentu saja berperan sebagai SPBU tempat isi bahan bakar. Sekarang, kantin ini serupa tempat berlabuh bagi kami yang sudah kemana-mana dan ingin pulang menjenguk kampus.

Sudah empat tahun berselang sejak kelulusan kami dari kampus, tapi pedagang di kantin itu masih hafal wajah kami satu persatu. Hal ini menandakan....betapa seringnya kami dulu nongkrong di kantin, dibandingkan di ruang kuliah ataupun perpustakaan yang beraroma sakral itu. Dulu sekali, kantin ini sempat menjadi spot oke untuk traktiran ulang tahun, jadian, ataupun perayaan kelulusan dan...yang ditraktir gak tanggung-tanggung: teman sekelas yang berjumlah 70 orang. Belum lagi jika tiba-tiba datang adik kelas yang ikut nimbrung atau teman dari jurusan lain. Jadi....anggap saja sekitar 100 orang. Saya jadi inget pernyataan seorang teman, dia bilang " Gua lebih deg-degan setelah sidang dibanding pas sidangnya. Gua harus siap-siap bangkrut traktir kalian semua."

Ritual itu bergilir dari satu korban ke korban berikutnya. Jadi ya sebenarnya cuma masalah giliran membayar saja. Hari ini mungkin saya yang beruntung karena ditraktir, tapi suatu saat nanti...pasti saya akan kena giliran yang mentraktir. Sebuah keharusankah ?? Tentu saja tidak. Kami cukup paham kok situasi perekonomian masing-masing teman. Jadi ya, kalau yang sekiranya kurang mampu kami tidak akan merengek-rengek minta ditraktir.

Oke, kembali ke masalah acara pertemuan dengan teman. Acara kumpul-kumpul itu dihadiri beberapa orang yang kebetulan sedang off. Kebetulan yang indah. Setelah sekian lama terpisah satu sama lain, yang satu di Padang, satu di Ambon, satu di Bandung, dan yang satu baru pulang dari sekolah masternya di Swedia. Sementara itu sang tuan rumah ada tiga, dua orang yang memang bekerja di kampus dan satu orang yang kembali menjadi mahasiswa. Saya sendiri sebenarnya juga masih berbau-bau mahasiswa, karena baru saja lulus dan sedang akan diwisuda. Uhf...dan sekarang saya berada di wilayah abu-abu, setengah pengangguran. Hiks..

Satu hal yang saya catat adalah; hubungan pertemanan kami masih sama seperti dulu. Begitu jujur dan natural. Mungkin saja teman saya yang sekarang sudah manajer kadang terpaksa jaga image di tempat kerjanya, mungkin pula teman saya yang pegawai negeri harus pandai menjaga mulut di depan bosnya. Dan, bisa saja teman saya yang baru lulus master dari eropa menyombongkan diri.

Di kantin itu, kami tidak perlu memakai topeng apapun. Kami pernah bertumbuh bersama, mengenal satu sama lain. Rasanya tidak perlulah topeng itu. Di sini kami bebas tertawa terbahak, bebas berargumentasi, bebas berekspresi. Kami membicarakan hal-hal penting yang nggak penting, membahas topik apa saja yang melintas, mencela dan menjatuhkan sekaligus mengagumi satu sama lain. Tentu saja, selalu ada cerita nostalgi yang membuat kami tertawa ataupun tersenyum simpul ketika mengungkapnya kembali. Waktu seperti berlarian seiring cerita-cerita yang jatuh. Kadang kami tersentak, ternyata selama itulah kami tidak saling berjumpa.

Sampai akhirnya gelas-gelas minuman pun kosong, piring-piring telah diambil kembali, dan gorengan pun tinggal tangkai cabenya. Waktu menghentikan itu. Kami tahu harus berpisah. Kami tahu akan ada perjumpaan lainnya lagi. Mungkin tidak di kantin ini. Mungkin juga di sini lagi, tempat kami melempar jangkar dan berlabuh kembali.

Digg Google Bookmarks reddit Mixx StumbleUpon Technorati Yahoo! Buzz DesignFloat Delicious BlinkList Furl

7 komentar: on "Kantin Persahabatan"

Henny Y.Caprestya mengatakan...

reuni yang manis mbak lina.
terakhir reuni setelah lebaran kemarin juga membawa Henny ke dalam situasi seperti itu.
semoga suatu saat masih bisa bertemu lagi

lina mengatakan...

iya henn, berharap kita masih tetep bisa menjaga silahturahim dengan teman2 lama...kalo ketemu temen lama bawaannya muda terus kan henn...

Lolly mengatakan...

begitulah..dari banyak garis yang ada..kadang bersilangan di suatu titik, lalu menjauh lagi..kadang bertemu lagi.
ah, hidup :)

lam kenal yah.

lina mengatakan...

bener mbak lolly, menjauh...mendekat, jauh tapi tetap merasa dekat. btw thx dah berkunjung...

Grey_S mengatakan...

Enaknya yang punya tempat kenangan...

KAmpus gw dulu di tengah kota, yang kantinnya cuma ada tukang siomay doang... kalo mo makan yg lain harus rebutan sama pegawai kantoran, makan di pinggiran jalan....

lina mengatakan...

wah..grey, aksi rebutan itu yang bikin makin laper ya. btw, bisa dung buka usaha di sana, ada peluang bisnis tuh....buka warung makan...hehehhe

cara mengobati batuk berdarah mengatakan...

reunian yang sangat mengasikkan yah :D sampe rebutan dikantin segala :) selalu jaga komunikasi dan silahturahmi

Posting Komentar

Ingin berbagi opini, atau saran, atau kritik, atau nasehat....silakan sampaikan di sini. Terima kasih atas apresiasinya. Salam hangat selalu dari Lina. Oya, untuk lebih memudahkan berkomentar, gunakan Opera ya.