
foto : windaferda
kemarin kuajak kau ke sana. berlarian menuju langit yang nyaris jingga.
kemarin kuajak kau menemui dia.
demi melihatmu tertawa, merentangkan kedua lengan, menegakkan kepala dan menyerahkan diri pada kebebasan fana yang tak selamanya kau punya.
jujur itu seperti belenggu bukan ? yang tak selalu membuatmu merasa merdeka.
padanya kau bisa jujur. hanya padanya kau bisa jujur, bukan ?
tertawalah. berkatalah. menangislah. sepuas yang kau bisa.
dia tak kan marah.
mungkin hanya terkoyak. sedikit. tak sebanyak yang kau sangka.
biarlah.
biar saja. dia rela, katanya.
nanti kuajak kau ke sana lagi. menjahit senja yang kemarin terkoyak.