merekah meriah berlarian di halaman rumah
kauteriaki pun kutetap melaju tertawa riuh
membuat bising segala penjuru
lantas hujan turun membasahkan segala
kumenari menyambut merentang lengan
kauteriaki pun kutetap melaju tertawa riuh
membuat bising segala penjuru
di sana kau tegak berdiri menatapku dengan senyum diam
tak lagi hendak melarang
percayalah, ku kan kuat dan tak kan sakit
hanya karena menari hujan di bawah langit
senang nian jika kau begitu
memahami seberapa tangguh
aku.
sedari dulu kau memang begitu,
percaya aku selalu mampu.
kau tahu kenapa aku mampu ?
ya, tentu berkat doa yang kaunaikkan
kelangit tiap malam tiap siang tiap pagi
serta tepukan semangat di pundak
saat kupamit berangkat mendaki langit
ingin kembali bocah
berlarian pulang ke rumah
usai hujan membasahkan tubuh
lalu ku kan kaurengkuh
dan kausodori pisang goreng gurih bertepung
yang lalu kurindu selalu
sungguh, ingin kembali bocah
meluruh rapuh dalam rengkuhmu
yang hangat, pun kokoh
merasai detak cinta tak henti
sembari menangkup lekat tatapmu
yang serupa jaket musim dingin
ah ya,
ku memang selalu bocah
setiap kali pulang ke rumah
ibu. merindu belaian dan pelukan
paling indah.
