Selera makan berkurang, malas ngomong apalagi senyum-senyum
manis. Bukan, bukan karena sedang patah hati, atau sedang bokek. Tapi karena
bercak mungil di bagian mulut. Mungil tapi perih, apalagi kalau tersenggol
makanan pedes atau kecut. Mata berair tanpa dipaksa. Menangis seperti gadis
belia ditinggal pergi kekasih hati. Lebay deh ah.
Kata orang medis saya ini kena stomatitis alias sariawan.
Ini termasuk penyakit langganan saya. Rasanya sering deh kena sariawan. Sepele memang, lha wong cuma sariawan. Bukan termasuk penyakit yang bisa dijadikan buat alasan bolos sekolah atau kerja. Tapi, kesellllllll banget kalau sampai menderita ini. Perih banget. Nah, mulai lebay lagi.
Apa dosa dan salah saya, sampai terkena penyakit itu ? Lah, kok mulai
lebay nih. Wajar dong, saya kan sariawan. Lho, memang begitu efek orang
sariawan ? Hem, rasa-rasanya nih, salah saya cuma satu deh, kenapa pas makan
bagian dalam mulut ikut dikunyah ! Lauknya kurang ya, sampai harus gigit mulut
sendiri ?! Lalu dosa saya apa ? Banyak, nggak usah disebut satu-satu. Pastinya
karena sering ngomongin orang tuh. Jadi sariawan kan.
Hoho, itulah penyebab sariawan versi saya. Tapi kalau
menurut situs yang pinter ini, sariawan dapat disebabkan oleh :
1.
kebersihan mulut yang buruk
2.
pemasangan gigi palsu
3.
luka pada mulut karena makanan atau minuman yang
terlalu panas dan tergigit saat makan
4.
alergi atau infeksi yang disebabkan makanan yang
terlalu pedas atau asam
5.
faktor psikologis (emosi dan stres)
6.
kekurangan vitamin C yang bermanfaat untuk
menjaga kekebalan tubuh
7.
kekurangan vitamin B serta zat besi
8.
kelebihan konsumsi makanan yang asam-asam, seperti
jeruk dan kawan-kawannya
9.
kita terlalu semangat menggosok gigi, sehingga
melukai bagian mulut dan gusi
10.
gangguan hormonal (seperti sebelum atau sesudah
menstruasi)
11.
menurunnya kekebalan tubuh (paska sakit atau
stres)
12.
infeksi oleh mikroorganisme.
Kemarin suami sempat kaget saat meraba kening saya. Kok
demam. Hoo, saya sih menanggapi sambil lalu. Bukan demam, mungkin. Setelah
browsing saya baru ngeh, kalau ternyata sariawan bisa menimbulkan demam.
Sebegitunya ya ? Nah, yang lebih bikin paranoid, ada yang menyebutkan bahwa
bila sariawan tidak kunjung sembuh, segera periksakan ke dokter, karena hal itu
dapat menjadi gejala awal adanya kanker mulut. Haduh….
Terus obatnya apa ? Well, well, banyak obat sariawan yang
bisa diperoleh di apotek. Jenisnya beragam, dari mulai tablet hisap, obat
tetes, obat kumur, salep, serbuk, sampai dalam bentuk cairan. Tapi, dari
beberapa jenis yang pernah saya coba kok nggak terlalu manjur ya. Malah
memperparah. Saya sih pengennya sehari pakai obat langsung sembuh (mana ada,
coba).Sebenarnya sariawan bisa sembuh dengan sendirinya setelah dua minggu asik menyiksa kita. Jangka waktu dua minggu itu sesuai dengan jangka waktu recovery sel-sel baru. Jadi kalau sabar, tunggu saja sampai dua minggu. Kalau lebih dari itu, sebaiknya segera datang ke dokter mulut dan gigi.
Nah ini saya ketemu beberapa alternatif obat tradisional
untuk sariawan dari hasil browsing, tapi saya belum mencoba semuanya, jadi
belum membuktikan khasiatnya. Tapi katanya sih manjur. Ini dia :
1.
Daun Saga
2.
Daun sirih, direbus dengan garam. Setelah itu
digunakan untuk kumur
3.
Madu, ada yang bilang dicampur susu.
4.
Getah jarak dioles di bagian yang sakit, sehari
tiga kali
5.
Akar alang-alang, (nggak tau diapain)
6.
Menikah. Halah…hubungannya apa yak.
Sariawan bisa dicegah dengan cara rajin mengkonsumsi buah
dan sayur terutama yang mengandung vitamin B, vitamin C dan zat besi. Saya
termasuk rajin makan sayur dan buah, kenapa tetap sariawan hayo ?! Halah…malah protes. Hem, bisa jadi sih memang
kekebalan tubuh saya sedang tidak bagus atau karena saya banyak dosa ?
Hehehe…., mungkin jawabannya yang kedua. Jadi obatnya segeralah bertobat.

