Blog ini...

sering gonta-ganti templete dan berisi cerita penting nggak penting saat terkena atau tidak terkena badai hormonal

Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 Januari 2010

Stomatitis





Selera makan berkurang, malas ngomong apalagi senyum-senyum manis. Bukan, bukan karena sedang patah hati, atau sedang bokek. Tapi karena bercak mungil di bagian mulut. Mungil tapi perih, apalagi kalau tersenggol makanan pedes atau kecut. Mata berair tanpa dipaksa. Menangis seperti gadis belia ditinggal pergi kekasih hati. Lebay deh ah. 
Kata orang medis saya ini kena stomatitis alias sariawan. Ini termasuk penyakit langganan saya. Rasanya sering deh kena sariawan. Sepele memang, lha wong cuma sariawan. Bukan termasuk penyakit yang bisa dijadikan buat alasan bolos sekolah atau kerja. Tapi, kesellllllll banget kalau sampai menderita ini. Perih banget. Nah, mulai lebay lagi.
Apa dosa dan salah saya, sampai terkena penyakit itu ? Lah, kok mulai lebay nih. Wajar dong, saya kan sariawan. Lho, memang begitu efek orang sariawan ? Hem, rasa-rasanya nih, salah saya cuma satu deh, kenapa pas makan bagian dalam mulut ikut dikunyah ! Lauknya kurang ya, sampai harus gigit mulut sendiri ?! Lalu dosa saya apa ? Banyak, nggak usah disebut satu-satu. Pastinya karena sering ngomongin orang tuh. Jadi sariawan kan.
Hoho, itulah penyebab sariawan versi saya. Tapi kalau menurut situs yang pinter ini, sariawan dapat disebabkan oleh :
1.       kebersihan mulut yang buruk
2.       pemasangan gigi palsu
3.       luka pada mulut karena makanan atau minuman yang terlalu panas dan tergigit saat makan
4.       alergi atau infeksi yang disebabkan makanan yang terlalu pedas atau asam
5.       faktor psikologis (emosi dan stres)
6.       kekurangan vitamin C yang bermanfaat untuk menjaga kekebalan tubuh
7.       kekurangan vitamin B serta zat besi
8.       kelebihan konsumsi makanan yang asam-asam, seperti jeruk dan kawan-kawannya
9.       kita terlalu semangat menggosok gigi, sehingga melukai bagian mulut dan gusi
10.   gangguan hormonal (seperti sebelum atau sesudah menstruasi)
11.   menurunnya kekebalan tubuh (paska sakit atau stres)
12.   infeksi oleh mikroorganisme.
Kemarin suami sempat kaget saat meraba kening saya. Kok demam. Hoo, saya sih menanggapi sambil lalu. Bukan demam, mungkin. Setelah browsing saya baru ngeh, kalau ternyata sariawan bisa menimbulkan demam. Sebegitunya ya ? Nah, yang lebih bikin paranoid, ada yang menyebutkan bahwa bila sariawan tidak kunjung sembuh, segera periksakan ke dokter, karena hal itu dapat menjadi gejala awal adanya kanker mulut. Haduh….
Terus obatnya apa ? Well, well, banyak obat sariawan yang bisa diperoleh di apotek. Jenisnya beragam, dari mulai tablet hisap, obat tetes, obat kumur, salep, serbuk, sampai dalam bentuk cairan. Tapi, dari beberapa jenis yang pernah saya coba kok nggak terlalu manjur ya. Malah memperparah. Saya sih pengennya sehari pakai obat langsung sembuh (mana ada, coba).Sebenarnya sariawan bisa sembuh dengan sendirinya setelah dua minggu asik menyiksa kita. Jangka waktu dua minggu itu sesuai dengan jangka waktu recovery sel-sel baru. Jadi kalau sabar, tunggu saja sampai dua minggu. Kalau lebih dari itu, sebaiknya segera datang ke dokter mulut dan gigi.
Nah ini saya ketemu beberapa alternatif obat tradisional untuk sariawan dari hasil browsing, tapi saya belum mencoba semuanya, jadi belum membuktikan khasiatnya. Tapi katanya sih manjur. Ini dia :
1.       Daun Saga
2.       Daun sirih, direbus dengan garam. Setelah itu digunakan untuk kumur
3.       Madu, ada yang bilang dicampur susu.
4.       Getah jarak dioles di bagian yang sakit, sehari tiga kali
5.       Akar alang-alang, (nggak tau diapain)
6.       Menikah. Halah…hubungannya apa yak.
Sariawan bisa dicegah dengan cara rajin mengkonsumsi buah dan sayur terutama yang mengandung vitamin B, vitamin C dan zat besi. Saya termasuk rajin makan sayur dan buah, kenapa tetap sariawan hayo ?!  Halah…malah protes. Hem, bisa jadi sih memang kekebalan tubuh saya sedang tidak bagus atau karena saya banyak dosa ? Hehehe…., mungkin jawabannya yang kedua. Jadi obatnya segeralah bertobat.



read more...

Jumat, 30 Oktober 2009

Awet Muda



"Beauty is pain, na." Seorang teman mengingatkan. Saat saya berkomentar panjang mengenai pengalamannya ke dokter kecantikkan. Kadang menjadi cantik itu butuh keberanian menahan perih. Itu baru ingin cantik, nah kalau ingin awet muda bagaimana ?

Ada banyak cara untuk menjadi awet muda. Sebagian orang merelakan jutaan rupian untuk membuatnya terlihat awet muda. Mulai dari menggunakan produk-produk kecantikan anti ageing sampai dengan mengkonsumsi suplemen tertentu. Atau bahkan operasi plastik yang menelan biaya berjuta-juta. Cara terakhir ini tentu tidak akan pernah saya coba, sawah siapa yang akan saya jual untuk biaya operasi plastik itu.

Ingatan saya langsung tertuju pada seseorang. Sekretaris di kantor saya waktu itu. Beberapa tahun yang lalu saya pernah sedemikian penasaran dengan umurnya. Waktu pertama kenalan saya menyapa dia dengan "mbak". Perkiraan saya, dia berusia tigapuluhan. Paling banter 40 tahun. Mbak sekretaris itu senyum-senyum saja, dan bilang kalau anaknya sudah tiga. Well...anak tiga kalo masih balita juga kan berarti masih muda juga. Saya masih berprasangka baik. Tapi, dia melanjutkan lagi, "Anak saya yang pertama sudah punya anak, jadi sekarang saya sudah punya cucu."
Spontan saya melongo. Melongo. Melongo betulan. Kok bisa ?

Baiklah, saya deskripsikan mbak sekretaris itu. Kulitnya licin betul, terlihat masih kenyal. Mulus tanpa kerutan. Masih terlihat segar dan cantik, seperti mangga yang menggoda untuk dikuliti. Matanya pun selalu berbinar seperti remaja yang baru mengenal cinta.

Menyia-nyiakan seorang yang terlihat awet muda tanpa bertanya-tanya adalah kebodohan. Karena saya termasuk orang yang ingin awet muda juga. Pertanyaan-pertanyaan nyinyir saya kemudian adalah mengenai produk apa yang dipakainya, ke klinik mana dia berkunjung, ke dokter siapa dia berkonsultasi. Semua pertanyaan nyinyir itu cuma dijawab dengan gelengan kepala saja. So ?

"Resepnya gampang kok" katanya ringan. "Cukup dengan rajin bangun pagi, sempatkan untuk olah raga." Dia melanjutkan dengan santai. Saya memang ingin awet muda, tapi bangun pagi ? Olah raga pagi ? Setiap hari pula. Aduh. Entahlah, kadang kasur begitu menggoda untuk ditiduri berlama-lama.

Selain itu, mbak sekretaris juga selalu meluangkan waktu selama 15 menit untuk senam wajah. Senam wajah dilakukannya di depan cermin, dengan cara mengucapkan huruf-huruf vokal A, I, U, E, O, dengan membuka mulut lebar-lebar. Gerakkan ini bagus untuk meregangkan otot-otot wajah. Senam wajah bisa juga jadi penyaluran kalau sedang ingin ngomel-ngomel.

"Tapi, yang lebih penting, mbak...." mbak sekretaris menyuruh saya menggaris bawahi tips yang ini :
"adalah....sabar dan berkepala dingin. Biar tidak stress dan gampang terpancing emosinya. Nah, yang ini yang paling ampuh." Saya manggut-manggut. Tips terakhir memang murah, tapi gampang-gampang susah untuk dilakukan.

Oya, ternyata usia mbak sekretaris itu sudah kepala lima. Sejak tahu itu, saya langsung memanggilnya dengan Ibu.

Tambahan :
resep awet muda yang lain adalah :
1. Rajin mengkonsumsi sayuran dan jus buah
2. Nggak males mengolesi wajah dengan minyak zaitun sebelum tidur.

Mari mencoba

gambar dari :
http://www.allposters.com/-sp/Jumper-and-Flower-Brooch-Posters_i1877711_.htm
read more...